| Industri rumah tangga kerajinan sandal batik |
Industri ini setiap bulan menghasilkan rata-rata 2.600
pasang sandal batik. Sandal batik ini banyak di pesan berapa daerah di
Indonesia dan pasar luar negeri di antaranya Belanda, Malaysia, Singapura, dan
Thailand.
“Awalnya sempat kesulitan modal dan pasar, namun kini telah
cukup berkembang. Pangsa pasar sandal batik ini masih cukup menjanjikan,” kata
Hendrik Yulianto, pemilik usaha kerajinan sandal batik ini.
sandal ini terbuat dari spon karet yang dibalut kain batik
dengan berbagai model serta motif. Sandal batik ini dibuat dengan memanfaatkan
limbah kain batik. Sandal batik ini dijual dengan harga bervariasi, antara Rp10
ribu hingga Rp20 ribu, tergantung model sandal.
Omzet yang diraih juga lumayan banyak, yakni minimal
mencapai Rp20 juta setiap bulan. Sedangkan bahan baku limbah kain batik,
didatangkan dari daerah penghasil kain batik, di antaranya Solo, Yogyakarta,
dan Pekalongan dengan harga yang relatif sangat murah.
Kini, seiring dengan pengakuan dunia akan batik oleh Unesco,
sandal batik semakin diminati. Harapan Hendrik Yulianto, nantinya kerajinan ini
mampu menjadi ikon Kabupaten Magetan, sama halnya dengan Telaga Sarangan, Jeruk
Pamelo, dan kerajinan kulit.









